jump to navigation

Pantau Penyakit lewat Urine Agustus 22, 2009

Posted by wishgreater in Tips-tips.
trackback

Anda perlu waspada apabila cairan urin Anda berubah warna, bisa jadi ini pertanda bahwa tubuh Anda sedang bermasalah. Urin yang berwarna jernih hingga kuning kepucatan, dan tidak menimbulkan bau, mengindikasikan bahwa kondisi tubuh Anda baik-baik saja.

Tapi jika warna urin berubah menjadi kemerahan, ini pertanda ada darah dalam urin, yang mengindikasikan pelbagai penyakit mulai dari gangguan ginjal hingga gangguan pada kandung kemih. Ya, dengan mencermati warna urin, kita bisa memantau penyakit yang ada di dalam tubuh. Urin sendiri adalah cairan yang diekskresikan melalui ginjal, kemudian dikeluarkan dari dalam tubuh melalui proses urinasi.

Warna merah pada urin, tidak melulu disebabkan oleh adanya kelainan pada ginjal dan kandung kemih, tapi bisa jadi karena terlalu banyak mengkonsumsi cairan pencahar dan buah bit. Sedangkan, urin yang berwarna kecoklatan selain menandakan adanya pernyakit kelainan darah terjadi karena cidera otot akibat terlalu banyak melakukan kegiatan olahraga.

Seorang vegetarian (pemakan sayur-mayur, bebuahan, dan biji-bijian) mengeluarkan urin berwarna oranye. Namun bagi non-vegetarian yang memiliki warna urin seperti ini, berarti tubuhnya sedang terserang penyakit malaria dan hepatitis. Selain penyakit, mengkonsumsi antibiotik untuk menyembuhkan infeksi pada kandung kemih dan saluran kencing, bisa memicu warna urin menjadi oranye.

Untuk mengetahui apakah tubuh kita mengidap penyakit lever atau tidak, bisa dilihat dari urin yang berwarna kuning tua. Selain pertanda lever, urin ini juga mengindikasikan bahwa sedang terjadi dehidrasi di dalam tubuh.

Bau urin juga bisa digunakan untuk mendeteksi penyakit dalam tubuh. Bau yang manis dan mirip bebuahan, khas urin milik penderita diabetes dan pengidap busung lapar. Sedangkan bau urin menyengat, menandakan ‘pemiliknya’ tengah terinfeksi bakteri E. coli.

Cermat terhadap perubahan warna urin, juga bisa meminimalisir serangan penyakit ginjal, apalagi penurunan fungsi ginjal seringkali tidak disertai dengan gejala yang khas. Dengan rutin melakukan tes urin, setiap tiga bulan sekali, seseorang bisa terhindar dari pelbagai penyakit antara lain: ginjal, diabetes, penyumbatan, dan kanker saluran kencing.

Tes urin diperlukan karena beberapa jenis penyakit ginjal tidak memperlihatkan gejala. Lain halnya jika terdapat batu ginjal dan mengakibatkan infeksi. Terkadang, ada juga batu ginjal yang besar, tapi tidak cepat terdeteksi karena penderitanya tidak mengidap gejala apapun.

Jika dibiarkan, batu ini akan mengganggu fungsi ginjal untuk mengeluarkan racun metabolisme, mengatur tekanan darah, menjaga keseimbangan kimia di dalam tubuh, dan megeluarkan hormon penghasil darah merah. Apabila fungsi ginjal terganggu, pasien harus merogoh kocek empat sampai enam juta rupiah untuk melakukan cuci darah. Ini tentu bisa dihindari apabila pasien sebelumnya rutin melakukan tes urin yang hanya menghabiskan biaya 15 ribu rupiah.

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.